Imej “GILA” di mata masyarakat
seperti biasa hari-hari kulewati dengan rutinitasku mengurusi orang-orang yang dianggap “gila” oleh masyarakat. Kadang pagi, kadang sore, malam, kadang juga aku jaga 24jam. Seperti biasa juga aku slalu berinteraksi dengan mereka, kadang bercanda, kadang juga mereka cerita kenapa mereka dibawa ke RSJ ini. Hari-hari kulewati dengan membimbing mereka melakukan aktifitas, bahkan tanpa diperintahpun mereka sudah melakukan aktfitas hariannya seperti mandi, membersihkan ruangan tempat mereka di rawat. Yang sering jadi pertanyaan mereka adalah kapan mereka diperbolehkan pulang. Dan kujawab nunggu di jemput keluarga. menurutku mereka memang sudah baik, dan sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Pihak keluarga pun juga sudah dihubungi kalau si pasien tersebut boleh pulang. tapi hanya sidikit dari keluarga pasien yang datang untukmenjenguk atau membawanya pulang. Yang parah adalah banyak keluarga pasien yang tidak pernah menjenguk atau membawanya pulang. Suatu saat ada juga keluarga pasien datang menjenguk. Dan si pasien ingin sekali dibawa pulang oleh keluarga, dan ingin bekerja denganbaik-baik. Tidak mau lagi terpengruh oleh teman kumpulannya, karena dia memang sudah baik dan rajin di ruangan. Tapi keluarga/orang tuanya bilang biar disini aja dulu. Habis itu keluarganya tidak pernah datang lagi. Sedemikian Parahkah imej “gila di mata masyarakat? Walhasil 3 minggu-4minggu karena keluarganya tidak datang-datang si pasien tersebut melarikan diri di saat penjaga lengah. Lengah karena petugas sudah memberikan kepercayaan pada si pasien untuk melakukan aktifitas di luar ruangan.






aremania denpasar berkata,
Maret 24, 2009 pada 9:45 am
sam tinggal di banjarmasin mana ?
aq dulu tinggal di pelaihari sam…
kie ate mrunu maneh..salam satujuiwa sam
inspiratnet berkata,
April 12, 2009 pada 11:09 am
yang penting umak jaga diri dan jangan sampai ikut2an Crazy..saLam satu Jiwa…www.arema-ngalam.co.cc